Kondisi Gereja Mula-mula



Renungan Kristiani

Kis. 9:31-43

"Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.” (Kis. 9:31)

Ayat ini membicarakan tentang keadaan gereja mula-mula di Yudea, Galilea, dan Samaria, yang ketiganya adalah propinsi di Kekaisaran Romawi.

Menurut ayat 31, gereja di seluruh Yudea, Samaria, dan Galilea berada dalam keadaan damai. Gereja berada dalam keadaan damai secara batini meskipun ada penganiayaan yang di luar.

Dengan berada dalam keadaan damai di tengah-tengah penganiayaan, gereja itu dibangun. Pembangunan ini terjadi setelah pendirian gereja.

Kita juga diberi tahu bahwa gereja di propinsi-propinsi ini hidup dalam takut akan Tuhan. Meskipun ada penganiayaan, gereja tidak takut kepada manusia, tetapi takut kepada Tuhan, takut kalau-kalau gereja bersalah kepada Tuhan karena terpukul atau tertakluk oleh penganiayaan; juga takut kalau-kalau gereja berdosa kepada Tuhan dalam perkara yang lain.

Menurut 9:31, gereja juga hidup dalam penghiburan Roh Kudus. Ini menunjukkan bahwa gereja sedang menderita kesusahan karena penganiayaan, tetapi dalam keadaan itu gereja tetap hidup dalam takut akan Tuhan dan menikmati penghiburan Roh Kudus.

Roh Kudus tidak hanya mengajar kita, membantu kita, juga menghibur kita. Ketika kita mengalami penderitaan, menemui perkara yang menyedihkan, di dalam kita Ia membuat kita terhibur, sehingga kita mendapatkan hiburan dari Allah.

Setiap kali kita sedih dan merasa tidak nyaman, lalu batin kita merasakan penghiburan Allah, merasakan satu penghiburan yang tidak diketahui asal mulanya, itulah pekerjaan Roh Kudus di dalam kita.

Sekalipun gereja sedang mengalami masa-masa sulit, bukan berarti kita merana. Akan tetapi, gereja bisa tetap hidup dalam takut akan Tuhan dan menikmati penghiburan Roh Kudus.