Mempererat Silaturahmi dan Spiritualitas Kerja, Tiga Kementerian dan BPMP Sulut Gelar Ibadah Oikumene Hybrid
Sulut, AktualNusantara, Dalam semangat memperkuat tali persaudaraan dan meningkatkan dimensi spiritualitas dalam bekerja, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Kebudayaan, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Utara menyelenggarakan Ibadah Oikumene. Kegiatan yang melibatkan insan pendidikan dan kebudayaan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 19 Desember 2025, dengan mengusung format hybrid untuk menjangkau lebih banyak peserta.
Acara yang berpusat di Aula Sam Ratulangi BPMP Sulawesi Utara ini juga disiarkan secara langsung melalui platform Zoom Meeting. Format hybrid ini dipilih untuk memfasilitasi partisipasi seluruh jajaran dari tiga kementerian dan BPMP Sulut, baik yang berada di lokasi utama maupun yang berada di berbagai daerah, memastikan tidak ada yang terlewat dari momen kebersamaan spiritual ini.
Ibadah berlangsung dengan khidmat dan dipimpin oleh Pendeta Melky Tamaka, M.Th. Dalam renungannya, ditekankan pentingnya menghadirkan nilai-nilai spiritual dalam setiap tugas dan pengabdian di dunia pendidikan dan kebudayaan. Suasana hening dan reflektif menyelimuti ruangan, baik secara fisik maupun virtual, mengajak semua peserta untuk merefleksikan makna kerja sebagai bentuk ibadah.
Usai ibadah, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala BPMP Sulawesi Utara, Febry H.J. Dien, ST., M.Inf.Tech. (Man). Dalam pidatonya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan menekankan bahwa peningkatan mutu pendidikan harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter dan kerohanian para pelaksananya. "Sinergi dan spiritualitas yang kuat adalah pondasi bagi terwujudnya pendidikan yang berkualitas," ujarnya.
Sambutan juga disampaikan oleh Wardani Sugianto, selaku Ketua Persekutuan Umat Kristiani Kemendikbudristek. Wardani menyatakan bahwa kegiatan ibadah bersama seperti ini merupakan wujud konkret dari persatuan dalam keberagaman untuk membangun energi positif di lingkungan kerja. "Ini adalah ruang untuk menyegarkan kembali semangat pengabdian kita, mengingat bahwa tugas mulia kita memerlukan kekuatan yang tidak hanya bersifat lahiriah," tuturnya.
Kegiatan Ibadah Oikumene ini ditutup dengan harapan dapat menjadi tradisi yang berkelanjutan. Acara ini tidak hanya berhasil mempererat silaturahmi antarkementerian dan unit kerja di Sulawesi Utara, tetapi juga menjadi pengingat bersama tentang pentingnya landasan spiritual dalam menjalankan amanah mencerdaskan kehidupan bangsa. Melalui kolaborasi dan doa, diharapkan seluruh insan pendidikan dapat terus berkarya dengan hati dan integritas yang tulus. (JS)


Komentar via Facebook