Serangan Udara Israel di Lebanon Tewaskan 21 Orang, Ketegangan Meningkat
Timur Tengah - Israel terus memperluas serangannya terhadap kelompok Hezbollah di Lebanon, dengan serangan udara terbaru yang menewaskan setidaknya 21 orang di wilayah utara negara tersebut pada Senin (14/10/2024).
Serangan ini terjadi di kota Aitou yang mayoritas penduduknya beragama Kristen. Menurut Walikota Joseph Trad, rumah yang terkena serangan tersebut dihuni oleh keluarga-keluarga pengungsi. Kementerian Kesehatan Lebanon juga melaporkan adanya delapan orang yang terluka.
Sementara itu, jutaan warga Israel berlindung di tempat perlindungan setelah proyektil diluncurkan dari wilayah Lebanon. Militer Israel melaporkan bahwa sekitar 115 proyektil ditembakkan oleh Hezbollah pada hari yang sama.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa serangan terhadap Hezbollah akan terus berlanjut "tanpa ampun," termasuk di ibu kota Beirut. Netanyahu juga menegaskan bahwa Israel berhak membela diri, meski ketegangan dengan pasukan penjaga perdamaian PBB, UNIFIL, semakin meningkat. UNIFIL menolak menarik pasukannya dari zona konflik, meski Netanyahu mendesak mereka untuk sementara waktu menjauh demi keselamatan.
Dalam satu tahun terakhir, lebih dari 2.300 orang telah tewas di Lebanon akibat serangan Israel. Israel mengklaim bahwa serangan ini bertujuan untuk menghentikan serangan Hezbollah dan memastikan keamanan wilayahnya.
Sementara itu, warga Lebanon, termasuk keluarga Jalal Ferhat, terpaksa mengungsi ke perbatasan Suriah, meninggalkan rumah mereka yang rusak akibat serangan tersebut. Di tengah meningkatnya ketegangan, Amerika Serikat juga telah mengirim sistem pertahanan anti-rudal canggih dan memperingatkan warganya di Lebanon untuk segera meninggalkan negara tersebut.
Sumber: Reuters


Komentar via Facebook