Yakub Jadi Pincang
Renungan Kristiani
Kejadian 32:31
“Lalu tampaklah kepadanya matahari terbit, ketika ia telah melewati Pniel; dan Yakub pincang karena pangkal pahanya.”
Kejadian 32:31 mengatakan, “Lalu tampaklah kepadanya matahari terbit, ketika ia telah melewati Pniel; dan Yakub pincang karena pangkal pahanya.” Setelah dijamah, terbitlah matahari menyoroti Yakub. Ia pincang, namun di dalam terang.
Siapa saja yang mempunyai terang, pastilah pincang. Tidak seorang pun yang di dalam terang tetap tinggal utuh; setiap orang yang di bawah sorotan terang surgawi, niscayalah pincang.
Di malam yang gelap gulita, Yakub itu kuat, sehat, dan setiap bagian tubuhnya utuh. Setelah dia terjamah, matahari terbit menyinari dia, sehingga dia penuh dengan terang. Dia berada di dalam sorotan terang surgawi, namun dia sudah timpang.
Karena kita benar-benar di dalam tangan Tuhan serta menempuh jalan-Nya, maka banyak di antara kita mempunyai pengalaman yang sama.
Di Pniel, sendi pangkal paha Yakub dijamah oleh Allah dan ia menjadi pincang.
Dalam pengalaman kita, kita tidak tahu kapan Allah menjamah kehidupan alamiah kita, tetapi ada satu tanda yang bisa kita ketahui, yaitu sejak kita dijamah oleh Tuhan, gerak gerik kita tidak leluasa lagi.
Jamahan Allah juga ada tingkatannya. Ada orang hanya dijamah sedikit, hanya hati nuraninya merasa tidak sentosa sedikit; ada orang dijamah Allah sampai ke akarnya, sendi pangkal pahanya dijamah Allah. Orang yang demikianlah baru benar-benar pincang.
Allah perlu melakukan satu pekerjaan yang tuntas di atas diri kita, bekerja sampai satu tingkat supaya kita seumur hidup mempunyai satu tanda, yaitu pincang.
Setelah kaki kita pincang, setiap kali hendak bergerak, setiap kali ingin melakukan sesuatu, ada sesuatu di batin yang membuat kita merasa tidak nyaman, membuat kita merasa tidak lagi bebas.


Komentar via Facebook