Oknum Anggota TNI dan Pasangannya di duga Melakukan Penipuan
MANADO, AktualNusantara – Seorang ibu rumah tangga berinisial MK menyatakan sikap tegas untuk menempuh jalur hukum terhadap sepasang suami istri yang diduga melakukan penipuan, di mana sang suami merupakan oknum anggota TNI. Keputusan ini diambil setelah berbagai upaya kekeluargaan dan pelaporan ke satuan militernya tidak membuahkan hasil.
Kronologi bermula ketika istri oknum TNI tersebut meminjam sejumlah uang kepada MK. Istri oknum TNI itu menginformasikan bahwa uang tersebut akan digunakan untuk kebutuhan keluarganya sekaligus modal usaha, dan berjanji akan menggantinya pada saat suaminya mengirim uang.
Dalam keluh kesahnya, istri oknum TNI itu meyakinkan MK bahwa suaminya mengetahui peminjaman ini karena uang tersebut diperlukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan menambah modal usaha.
"Bahkan, dia membawa anak perempuannya yang bernama Nayla. Saya bilang saya tidak punya uang, tapi dia meminta saya untuk meminjamkan dari orang lain karena suaminya tahu soal ini. Dia meyakinkan saya lewat anak perempuannya yang mengiyakan pernyataan tersebut," jelas MK dengan nada kecewa, Sabtu (7/6).
Atas dasar keyakinan tersebut, MK dan pasangan suami istri itu pun membuat surat perjanjian pinjaman yang sah dan telah bermeterai. Dalam perjanjian itu diatur bahwa pasutri wajib melunasi utang sesuai kesepakatan. "Jika tidak melunasi, mereka wajib membayar denda dan bersedia dituntut secara pidana dalam kasus dugaan penipuan," tegas MK.
Namun, menurut pengakuan MK, istri oknum TNI itu kerap menunjukkan kinerja yang tidak profesional, termasuk sering terlambat menyetor angsuran. Titik puncak terjadi ketika MK mendatangi kediamannya di Perumahan Rizky Kairagi.
"Saat itu dia sudah lari ke Ternate. Sudah tidak kami lihat lagi di perumahan. Ketika kami tanyakan, dia bilang dia di Matungkas. Padahal kami sudah tahu bahwa dia menipu kami, dia sudah berada di Korem Ternate," ungkap MK.
Ia menambahkan, komunikasi sempat terjalin namun alasan istri oknum TNI itu selalu berubah. "Bahkan saat ini nomornya sudah tidak aktif. Ketika kami minta etiket baik kepada suaminya, awalnya diindahkan, tapi setelah itu malah cuci tangan dan pura-pura tidak tahu," tutur MK.
Lebih lanjut, MK mengaku sudah melaporkan kejadian ini ke satuan suami oknum TNI tersebut di Korem Ternate, namun hingga kini tidak ada penyelesaian.
"Kami sangat kecewa dengan kelakuan sepasang suami istri ini. Memang suaminya oknum TNI, tetapi kami tidak pantas diperlakukan seperti ini. Kami memiliki semua bukti perjanjian yang sah. Kami akan mengambil langkah hukum," tegas MK dengan penuh kekecewaan.
MK pun menyatakan kesiapannya untuk membawa kasus ini ke ranah hukum guna mencari keadilan dan klarifikasi yang transparan. Ia berharap aparat penegak hukum dan institusi TNI dapat merespons serius kasus ini.
Saat dihubungi awak media melalui WhatsApp, oknum tersebut menolak berkomentar serta menantang media agar menghubungi istrinya. Sampai berita ini diterbitkan, awak media belum berkomunikasi dengan pimpinan oknum tersebut.
( Viks )


Komentar via Facebook