Diduga Korsleting Listrik, Kebakaran Hanguskan Atap SMP Negeri 1 Batudaa, Kepsek Ibu Astin B. Laji Harap Segera Direnovasi
Gorontalo, AktualNusantara – Peristiwa kebakaran melanda bangunan SMP Negeri 1 Batudaa di Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo, Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 07.00 WITA. Kebakaran tersebut diduga dipicu oleh arus pendek listrik yang kemudian menyambar bagian atap bangunan sekolah hingga menimbulkan kobaran api cukup besar.
Saat kejadian, suasana sekolah masih dalam keadaan sepi karena belum dimulainya aktivitas belajar mengajar. Namun secara tiba-tiba api terlihat membesar dan melahap bagian atap bangunan sehingga menarik perhatian warga sekitar. Warga yang tinggal di sekitar lokasi sempat panik karena kobaran api terus membesar dan berada tidak jauh dari permukiman.
Kepala sekolah Astin B. Laji mengatakan, dirinya sempat singgah di sekolah sebelum menghadiri kegiatan pelantikan di Limboto. Namun ia terkejut ketika melihat kobaran api mulai membesar di area bangunan sekolah.
“Saat melihat api semakin membesar, saya langsung meminta bantuan warga untuk segera menghubungi pemadam kebakaran, BPBD, dan pihak PLN agar dapat membantu memadamkan api,” ujar Astin.
Tidak lama kemudian warga sekitar bersama aparat TNI–Polri, tim BPBD, serta petugas pemadam kebakaran dan PLN tiba di lokasi untuk melakukan upaya pemadaman. Berkat kerja sama semua pihak, kobaran api yang sempat melahap bagian bangunan sekolah akhirnya berhasil dipadamkan sebelum merembet lebih luas.
Pasca kejadian tersebut, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo Waris juga langsung turun ke lokasi untuk meninjau kondisi sekolah yang terdampak kebakaran.
Menurut Ibu Kepsek Astin, kerusakan akibat kebakaran tersebut cukup memengaruhi kondisi fasilitas sekolah, khususnya pada bagian atap bangunan. Karena itu pihak sekolah berharap pemerintah daerah dapat segera melakukan renovasi agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah agar sekolah ini bisa segera direnovasi kembali. Apalagi pada 9 Maret 2026 mendatang siswa kami akan melaksanakan geladi bersih atau tes kompetensi akademik,” jelasnya.
Meski kebakaran sempat menimbulkan kepanikan warga sekitar, namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara pihak terkait masih melakukan pendataan terhadap kerusakan bangunan sekolah yang terdampak kebakaran.
(Yance Harun)


Komentar via Facebook