Kebersamaan yang Menyentuh Hati: Rapat Akbar ASN Pendidikan dan Kebudayaan Rayakan Natal & Tahun Baru dengan Khidmat
Jakarta, AktualNusantara – Cahaya senja mulai menyapu Plaza Insan Berprestasi Kemendikbudristek, namun suasana di dalamnya justru semakin hangat dan berbinar. Ruang itu tak sekadar dipenuhi oleh para aparatur sipil negara (ASN), tetapi oleh sebuah keluarga besar yang merajut kebersamaan melampaui sekat kementerian dan keyakinan.
Pada Rabu sore itu, tiga kementerian—Pendidikan Dasar dan Menengah, Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, serta Kebudayaan—menyatu dalam satu acara Ibadah dan Perayaan Natal 2025 serta Tahun Baru 2026. Acara ini bukan sekadar agenda protokoler, melainkan sebuah pertemuan hati yang langka, dihadiri langsung oleh pucuk pimpinan masing-masing kementerian. Rabu (14/1/2026)
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, hadir dengan senyum khasnya yang menenangkan. Di sisinya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyapa dengan hangat. Sementara Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, tampak menyimak khidmat. Kehadiran trio menteri ini memberikan pesan kuat: toleransi dan penghargaan atas keragaman adalah nafas yang menghidupkan institusi pendidikan dan kebudayaan Indonesia.
Kehangatan itu tak berhenti di Jakarta. Melalui layar Zoom, ratusan wajah dari Sulawesi Utara turut menyemarakkan acara. Dari Aula Samratulangi BPMP Sulut, ASN dari BPMP Sulut, BGTK Sulut, Balai Bahasa Sulut, Unsrat, Politeknik Negeri Manado, Unima, hingga Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVII, menyaksikan dan terlibat aktif. Jarak ribuan kilometer lenyap oleh teknologi, membuktikan bahwa kebersamaan tidak mengenal batas geografis.
Di tengah-tengah kemeriahan itu, Kepala BPMP Sulawesi Utara, Febry H. J. Dien ST. M Inf. Tech (man) ,yang bertindak sebagai Ketua Panitia Pusat, menyampaikan sambutan penuh makna. Dengan suara yang tegas namun penuh rasa, ia mengajak seluruh hadirin, baik luring maupun daring, untuk menjadikan momen pergantian tahun sebagai lentera penyemangat. “Marilah kita perkuat iman, kobarkan semangat pelayanan, dan eratkan lagi tali persaudaraan kita,” serunya, sebuah pesan yang langsung menyentuh sanubari.
Acara yang khidmat dan penuh refleksi ini diwarnai juga oleh gelak tawa dan sorak-sorai kegembiraan. Saat memasuki sesi pembagian doorprize, suasana menjadi cair dan penuh kejutan. Setiap nomor yang dipanggil bukan hanya membawa pulang hadiah, tetapi juga membawa cerita kebahagiaan yang memperkuat ikatan antar kolega.
Sebagai penutup rangkaian, seluruh peserta, baik yang hadir fisik di plaza maupun yang terhubung virtual, merasa disatukan oleh sebuah pengalaman yang sama. Mereka pulang bukan hanya sebagai ASN yang telah menghadiri sebuah acara, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar yang telah bersama-sama merenung, bersyukur, dan berharap untuk Indonesia yang lebih maju dan berbudaya.
Perayaan ini menjadi bukti nyata bahwa dalam keberagaman terdapat keindahan, dan dalam perbedaan terdapat kekuatan. Di lingkungan pendidikan dan kebudayaan, nilai-nilai spiritual, toleransi, dan persatuan bukanlah wacana, tetapi hidup dan dirayakan dalam setiap nafas kebersamaan. Sebuah awal tahun 2026 yang diwariskan dengan penuh optimisme dan semangat kolaborasi. (JS)


Komentar via Facebook