Kunjungan Wapres Gibran ke Pasar Bersehati Manado, Wujud Kedekatan di Tengah Denyut Ekonomi Nataru
Manado, AktualNusantara - Suasana pagi di Pasar Bersehati,Manado, Rabu (23/12/2025) pagi, berubah menjadi lebih hangat dan riuh dari biasanya. Denyut ekonomi tradisional yang sudah berdenyut sejak subuh tiba-tiba mendapat warna baru dengan kedatangan tamu istimewa. Tepat pukul 07.49 Wita, Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, tiba di pasar terbesar di Kota Manado itu, menyapa langsung denyut nadi perekonomian rakyat Sulawesi Utara.
Selama sekitar 39 menit,Wapres Gibran menyelami langsung atmosfer pasar. Tanpa jarak, ia menyapa para pedagang satu per satu, berjabat tangan, dan berdialog akrab. Ia menyempatkan diri menanyakan harga-harga komoditas, omzet penjualan, hingga harapan mereka. Tidak hanya sekadar meninjau, Wapes terlihat cermat mengamati aktivitas jual beli, khususnya kelancaran distribusi dan ketersediaan barang-barang kebutuhan pokok masyarakat.
Kunjungan ini memiliki waktu yang sangat signifikan,yakni menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Wapres Gibran secara khusus meninjau persiapan dan dinamika pasar dalam menyambut momen tinggi perdagangan tersebut. Ia menekankan pentingnya kestabilan harga dan kelancaran pasokan untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan tenang dan penuh sukacita.
Dalam peninjauannya,Wapres Gibran tidak sendiri. Ia didampingi langsung oleh pimpinan daerah setempat, yaitu Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, dan Wali Kota Manado, Andrei Angouw. Kehadiran mereka menegaskan koordinasi erat antara pemerintah pusat dan daerah. Turut mendampingi, Direktur Utama Perumda Pasar Manado, Lucky Aldrian Senduk, yang memberikan penjelasan operasional mengenai kondisi pasar.
Kehadiran orang nomor dua di Indonesia ini disambut antusias oleh pedagang dan pengunjung pasar.Suasana riuh rendah berbalut keceriaan pun terjadi. Banyak warga yang memanfaatkan kesempatan langka itu untuk menyapa, bersalaman, bahkan mengajak berswafoto. Beberapa warga bahkan secara spontan menyampaikan aspirasi dan harapan mereka langsung kepada Wapres Gibran, menciptakan momen dialog yang cair dan langsung.
Kunjungan Wapres ke Pasar Bersehati bukan sekadar kunjungan seremonial.Ini adalah sinyal kuat perhatian pemerintah pusat terhadap nasib pasar tradisional sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan. Pasar Bersehati, dengan segala keriuhan dan interaksi langsungnya, merepresentasikan denyut ekonomi riil masyarakat. Perhatian pada stabilitas harga dan kondisinya, khususnya di Sulut yang sedang bersiap merayakan Natal, menunjukkan pendekatan yang menyentuh akar persoalan.
Wapres Gibran akhirnya meninggalkan Pasar Bersehati pada pukul 08.28 Wita,meninggalkan kesan mendalam bagi para pedagang dan masyarakat. Kunjungan singkat namun padat makna ini dinilai sebagai bentuk presensi negara yang empatik. Di tengah hingar-bingar persiapan Nataru, pemerintah hadir untuk memastikan bahwa kemeriahan perayaan juga dibarengi dengan stabilitas ekonomi di tingkat akar rumput, mengawal kesejahteraan masyarakat hingga ke pasar tradisional. (JS)


Komentar via Facebook