John Suwuh dan Dokumen Kunci untuk Masa Depan Sungai Sario



Manado, AktualNusantara - Di balik upaya penanganan banjir dan penataan kawasan bantaran Sungai Sario di Manado, terdapat sebuah proses teknis rumit yang menjadi penentu utama: pembebasan lahan. Pada titik inilah, sosok John Suwuh, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Manado, muncul sebagai figur sentral.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Sulawesi Utara, Rabu (4/12/2025), Suwuh dengan tegas menyampaikan kesiapan dan kontribusi teknis timnya. Ia menggarisbawahi bahwa pendampingan proses pembebasan lahan telah dijalankan sesuai dengan seluruh mekanisme dan prosedur yang berlaku.

Lebih dari sekadar pernyataan administratif, Suwuh menekankan penyiapan dokumen-dokumen teknis pendukung yang krusial. “Pihaknya telah menyiapkan dokumen teknis pendukung termasuk gambar bangunan serta tanaman yang terdampak,” jelasnya dalam rapat tersebut. Dokumen-dokumen inilah yang menjadi fondasi objektif untuk menentukan nilai ganti rugi dan batasan lahan yang akan dibebaskan.

Penyiapan data teknis yang akurat dan detail di bawah koordinasi John Suwuh bukanlah pekerjaan sederhana. Ia harus memastikan setiap bangunan, struktur, hingga pepohonan di sepanjang alur sungai yang terdampak proyek terdokumentasi dengan benar. Hal ini penting untuk meminimalisir sengketa di kemudian hari.

Peran Dinas PUPR yang dipimpinnya menjadi ujung tombak dalam menerjemahkan rencana tata ruang dan rekayasa hidrologi menjadi data lapangan yang siap eksekusi. Tanpa dokumen dari PUPR, proses pembebasan lahan bisa mandek atau penuh dengan klaim yang tidak terverifikasi.

Dalam RDP itu, Suwuh tampil kooperatif dan solutif. Penegasannya bahwa pendampingan telah dilakukan sesuai prosedur adalah bentuk akuntabilitas, sekaligus sinyal kesiapan untuk terus berkoordinasi. Hal ini sejalan dengan arahan Komisi III yang menekankan penguatan koordinasi antarlembaga.

Fokus pada kesiapan data teknis dan administrasi yang diusung dalam rapat tersebut, pada praktiknya, sangat bergantung pada kinerja John Suwuh dan jajarannya. Kecepatan dan ketepatan penyediaan data dari Dinas PUPR akan secara langsung mempengaruhi percepatan pembebasan lahan.

Dengan demikian, upaya mengurangi ancaman banjir di Sungai Sario tidak hanya soal kekuatan fisik tanggul atau normalisasi sungai, tetapi juga pada ketelitian administrasi dan teknis. John Suwuh, melalui tanggung jawabnya, memegang kunci penting dalam memastikan proses transformasi kawasan bantaran sungai yang rawan ini dapat berjalan lancar, adil, dan tanpa hambatan di meja teknis.(**)