Tonni Supit, Arsitek Kemajuan Kabupaten Sitaro: Keberhasilan yang Pastikan Daerah Kepulauan Tetap Kokoh sebagai Otonom Definitif



Sitaro, Sulawesi Utara,  AktualNusantara– Dalam sejarah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), nama Tonni Supit SE MM tercatat sebagai tokoh kunci yang letakkan fondasi pembangunan daerah kepulauan ini sejak berdiri berdasarkan UU Nomor 15 Tahun 2007.

Tonni Supit jadi Bupati definitif pertama lewat Pilkada langsung 2008, pimpin dua periode hingga 2018, bawa Sitaro bukti eksistensi sebagai daerah otonom di wilayah Nusa Utara.(8/11/2025)

Sekjen Kibar Nusantara Merdeka Yohanes Missah puji keberhasilan Supit bukan cuma bangunan fisik, tapi jaga stabilitas pemerintahan dan kepercayaan pusat agar Sitaro tetap berdiri kokoh.

"Kalau Tonni Supit gagal awal, status Sitaro bisa dievaluasi balik ke induk. Tapi faktanya, Sitaro jadi contoh daerah kepulauan sukses nata diri," ujar Yohanes Missah.

Sebagai daerah pemekaran, Sitaro hadapi tantangan berat mulai nol: tata organisasi, susun perangkat daerah, bangun infrastruktur dasar, dan kuatkan SDM aparatur pemerintah.

Supit sukses bangun birokrasi efektif, tumbuh semangat kerja aparatur loyal, prioritas infrastruktur seperti jalan antar-pulau, jembatan, listrik, dan komunikasi buka akses ekonomi warga.

Dua periode kepemimpinannya, Sitaro pertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI, tunjukkan pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel.

Supit arahkan kebijakan ke pemberdayaan ekonomi rakyat, fokus perkebunan pala dan kelapa, plus perikanan tangkap serta budidaya laut sebagai tulang punggung lokal.

Keberhasilan fundamental Supit jaga kemandirian Sitaro sebagai otonom definitif, selaras UU Nomor 23 Tahun 2014 yang tekan daerah harus biayai sendiri kebutuhan dasar dan jaga stabilitas.

Yohanes Missah tambah, "Sitaro tak cuma bertahan, tapi tumbuh produktif dan saing. Itu hasil perjuangan Supit yang rakyat-oriented."

Supit perkuat identitas daerah lewat program yang jaga harmoni sosial, pastikan pembangunan inklusif sentuh pulau-pulau terpencil di kepulauan Sitaro.

Infrastruktur dasar yang dibangun era Supit kini jadi modal utama, bantu konektivitas antarwilayah dan dorong pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya alam.

Penguatan SDM aparatur waktu itu bikin pemerintahan Sitaro lebih responsif, kurangi ketergantungan pada kabupaten induk dan tingkatkan otonomi sejati.

Warisan Supit lanjut jadi pondasi bagi bupati selanjutnya, pastikan Sitaro maju sebagai daerah kepulauan mandiri dan sejahtera di Sulawesi Utara.

Setelah 17 tahun berdiri, Sitaro eksis dan berprestasi, bukti kepemimpinan visioner Supit yang konsisten berpihak pada rakyat kepulauan.

Yohanes Missah tutup, keberhasilan ini inspirasi daerah pemekaran lain, tunjukkan dengan strategi tepat, otonomi bisa kokoh dan bawa kemakmuran. (**)