Dump Truck Sulut Memanas! Gubernur Yulius Selvanus Turun Tangan Atasi Krisis Solar Subsidi
Sulut, AktualNusantara- Kesabaran sopir dump truck di Sulawesi Utara benar-benar menipis, hingga mereka melakukan aksi besar pada Senin (29/9/2025) di Kantor Gubernur Sulut, Manado. Ratusan sopir yang tergabung dalam Aliansi Sopir Dump Truck Sulut menyuarakan kelangkaan solar subsidi yang membuat pekerjaan mereka terhenti dan penghasilan anjlok.
Mereka membawa spanduk dan menyampaikan uneg-uneg lewat orasi, mengeluhkan antrean panjang di SPBU dan kerap tidak kebagian solar. Frangky Rorong, perwakilan massa, menyatakan kalau kendaraan tidak dapat solar, maka penghasilan sopir pasti tergerus.
Kelangkaan solar ini berdampak langsung pada ekonomi keluarga para sopir yang bergantung pada pekerjaan mengangkut barang dengan dump truck. Banyak kendaraan yang harus terparkir karena tangki kosong, menyebabkan pendapatan sopir menurun drastis.
Aksi damai ini akhirnya diterima Asisten II Pemprov Sulut, Christian Talumepa, bersama jajaran pemerintah provinsi. Hadir pula Kombes Pol Winardi Prabowo dari Dirreskrimsus Polda Sulut yang mendengarkan keluhan sopir dengan serius.
Salah satu titik penting pertemuan adalah saat para sopir difasilitasi bertemu langsung dengan Gubernur Sulut, Yulius Selvanus Komaling. Di kantor gubernur lantai 6, mereka mengurai persoalan distribusi solar subsidi secara rinci dan mendesak solusi nyata.
Gubernur Yulius memberi kesempatan sopir menyampaikan keluhan agar dapat dijadikan perhatian khusus pemerintah. Ia juga berkomitmen mencari jalan keluar agar distribusi solar bisa lancar, adil, dan tepat sasaran.
Meskipun aksi berlangsung dengan tertib dan damai, para sopir menegaskan perjuangan mereka belum selesai sampai ada kepastian penyelesaian dari pemerintah dan Pertamina. Sikap ini menegaskan bahwa masalah solar subsidi adalah persoalan serius yang berdampak sosial-ekonomi.
Salah satu orator menegaskan, perjuangan tak hanya soal antrean panjang, tapi soal kebutuhan perut anak dan istri mereka. “Kalau pemerintah tutup mata, kami akan terus bergerak!” tegasnya.
Aksi sopir dump truck ini seperti alarm keras yang mengingatkan pemerintah tentang ironi di lapangan. Meski subsidi ada, kenyataannya masih ada praktik yang menyulitkan rakyat kecil dan sopir, yang menjadi tulang punggung distribusi barang.
Gubernur Yulius disorot sebagai tokoh kunci dalam membantu mencari solusi atas persoalan ini. Dengan keterlibatan langsungnya, harapannya kelangkaan solar subsidi bisa diberantas dan distribusi diperbaiki, tanpa ada mafia atau permainan yang merugikan sopir.
Sopir berharap pemerintah provinsi dan pusat bersinergi agar distribusi bahan bakar subsidi lebih transparan dan tepat guna. Mereka juga ingin agar SPBU dan pihak terkait diawasi ketat, supaya solar subsidi tidak diselewengkan. (**)


Komentar via Facebook