Gubernur dan Ketua TP PKK Sulut Tampilkan Keanggunan Budaya Bolaang Mongondow di HUT ke-61 Sulawesi Utara
Sulut, AktualNusantara- Peringatan HUT ke-61 Provinsi Sulawesi Utara makin semarak dengan penampilan Gubernur Yulius Selvanus SE dan Ketua TP PKK Sulut mengenakan busana adat khas Bolaang Mongondow. Busana adat ini bukan sekadar hiasan, melainkan punya makna filosofis mendalam tentang identitas, martabat, dan jati diri masyarakat Sulut yang kaya budaya.
Gubernur tampil mengenakan pakaian pria berwarna hitam dengan sulaman emas, melambangkan keteguhan hati, kewibawaan, dan kemuliaan seorang pemimpin. Kepala Gubernur dihias Siga, penutup khas yang simbolisasi kehormatan dan kebijaksanaan, lengkap dengan keris yang menegaskan keberanian dan kesiapan menjaga persatuan daerah.
Sementara itu, Ketua TP PKK Sulut memakai Sinombayak, kebaya adat wanita Bolaang Mongondow berwarna hitam dengan sulaman emas dan perak. Kebaya ini menggambarkan kehormatan, keanggunan, dan kesetiaan perempuan dalam keluarga dan masyarakat. Kalung adat berlapis emas menjadi lambang kebangsawanan dan peran penting perempuan dalam kehidupan sosial.
Sulaman emas pada kebaya juga membawa makna keluhuran budaya, kesuburan tanah, dan kekayaan alam Sulawesi Utara. Gubernur menegaskan bahwa dalam momentum HUT ke-61, busana adat Bolaang Mongondow mengingatkan semua pihak agar pembangunan daerah selalu berpijak pada identitas budaya dan warisan leluhur.
Busana tersebut menegaskan bahwa Sulut tidak hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga memiliki nilai kearifan lokal yang terus dijaga dan relevan di era modern. Hal ini menjadi pesan kuat bahwa kemajuan daerah harus sejalan dengan pelestarian budaya dan tradisi daerah.
Penampilan Gubernur dan Ketua TP PKK dalam busana adat Bolaang Mongondow menjadi simbol persatuan dan kebanggaan terhadap warisan leluhur yang harus dilestarikan. Perayaan HUT ke-61 ini semakin memupuk rasa cinta dan kebersamaan masyarakat Sulawesi Utara.
Dalam suasana penuh khidmat itu, masyarakat diajak untuk terus menghargai dan melestarikan budaya sebagai fondasi utama pembangunan. Gubernur mengajak generasi muda untuk bangga dengan budaya daerah dan menjadi duta kebudayaan Sulawesi Utara.
Momen HUT ini juga menjadi refleksi penting bagaimana budaya dan kemajuan daerah berjalan beriringan. Semangat membangun Sulut yang maju dan berkelanjutan harus beriringan dengan upaya menjaga identitas dan kearifan lokal yang menjadi akar masyarakat. (**)


Komentar via Facebook