Pemuda Manado Diberdayakan Jadi Pilar Perdamaian di Tengah Keberagaman
Manado, AktualNusantara – Pemerintah Kota Manado melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) secara resmi membekali puluhan pemuda dari berbagai latar belakang agama untuk bertindak sebagai Duta Kerukunan. Kegiatan pembekalan yang berlangsung di Aula Serbaguna Kantor Wali Kota ini dihadiri langsung oleh pimpinan daerah dan sejumlah pejabat teras kota.
Acara ini mengusung tema besar tentang merawat suasana rukun dan damai sebagai fondasi untuk membangun generasi muda yang produktif dan berprestasi. Tema tersebut dinilai sangat relevan dengan kondisi sosial masyarakat Indonesia yang majemuk, khususnya di Kota Manado.
Wali Kota Manado, Andrei Angouw, dalam pidato pembukaannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa kerukunan bukan hanya sebuah konsep, melainkan kebutuhan mutlak bagi terciptanya kesejahteraan bersama.
“Menjaga kerukunan adalah kepentingan kita bersama untuk bangsa ini. Tanpa kerukunan, mustahil kita dapat mencapai kemajuan dan kesejahteraan,” tegas Angouw di hadapan para peserta.
Ia lebih lanjut menekankan pentingnya pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, Indonesia adalah negara yang beragama, bukan negara agama, sehingga setiap warga negara harus dapat menjalankan ajaran agamanya dengan baik sambil menghormati perbedaan.
Wali Kota juga memaparkan penjelasan mendetail mengenai setiap sila dalam Pancasila dan kaitannya dengan program-program pemerintah yang bertujuan untuk mensejahterakan rakyat. Pemaparan tersebut disambut antusias oleh para calon duta kerukunan.
Tidak hanya tentang Pancasila, semangat kebangsaan sejak era perjuangan kemerdekaan hingga kini juga menjadi poin penting dalam sambutannya. Angouw mengingatkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa petarung yang pantang menyerah.
Di akhir sambutan, Wali Kota menyoroti kondisi aktual Kota Manado terkait aspek keamanan dan kenyamanan. Ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengantisipasi potensi kerawanan sosial yang mungkin timbul.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat militer, kepolisian, dan perwakilan kementerian agama, menunjukkan komitmen kolektif dalam menjaga harmoni sosial. Kehadiran mereka mempertegas pentingnya sinergi antarlembaga untuk menciptakan perdamaian berkelanjutan.
Para pemuda yang terpilih sebagai Duta Kerukunan diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang aktif menebarkan nilai-nilai toleransi dan persatuan di tengah masyarakat. Melalui merekalah, semangat kerukunan lintas agama akan terus hidup dan berkembang. (Alex)


Komentar via Facebook