Sinergi Perbankan dan Dekranasda Sulut Pacu Geliat Ekonomi Kreatif Lokal



Manado, AktualNusantara – Sebuah kolaborasi strategis antara dunia perbankan dan perajin lokal mulai terbangun di Sulawesi Utara. Hal ini ditandai dengan pertemuan dan dukungan penuh dari perwakilan Ikatan Wanita Perbankan terhadap kehadiran dan program-program Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulawesi Utara.

Perwakilan Ikatan Wanita Perbankan menyambut baik dan memberikan apresiasi atas kehadiran Dekranasda. Mereka menilai organisasi yang menaungi pengrajin ini memberikan inspirasi baru yang sangat berharga, khususnya bagi kaum perempuan yang memiliki semangat untuk mengembangkan keterampilan sekaligus membangun usaha kecil dan menengah.

Ikatan Wanita Perbankan sendiri merupakan sebuah wadah organisasi bagi para istri pegawai bank. Meski nama dan singkatannya dapat berbeda di setiap institusi perbankan, seperti Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia (IWABRI) atau Ikatan Istri Karyawan Bank Jatim (IIKBJ), tujuan serta ragam kegiatannya memiliki kesamaan dan visi yang selaras.

Ketua Dekranasda Sulut, Ny. Anik Yulius Selvanus, dalam sambutannya menyampaikan sebuah filosofi kreatif yang mendalam. “Kami ingin menunjukkan bahwa karya kreatif bisa lahir dari hal-hal yang dekat dengan kita, bahkan dari kelopak bunga yang sering dianggap sisa,” ujarnya penuh semangat.

Anik pun menyampaikan penghargaan yang tinggi atas dukungan yang diberikan oleh Ikatan Wanita Perbankan terhadap berbagai karya lokal asal Bumi Nyiur Melambai. Dukungan ini dinilai bukan hanya secara moral, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang nyata bagi para pelaku UMKM.

Menurutnya, kegiatan pertemuan seperti yang berlangsung di Manado ini telah menjelma menjadi ruang penting yang sangat dibutuhkan. Ruang ini tidak hanya untuk pameran produk, tetapi lebih jauh untuk memperluas jejaring dan membuka akses pasar yang lebih luas bagi para pengrajin dan pelaku UMKM.

“Dekranasda berkomitmen mendorong lahirnya produk-produk kreatif daerah yang bisa bernilai jual tinggi. Melalui pertemuan ini, kita berharap ada kolaborasi antara dunia perbankan dan para pengrajin, sehingga kerajinan lokal bisa berkembang lebih pesat,” tegas Anik Yulius Selvanus menegaskan komitmennya.

Tujuan utama dari Ikatan Wanita Perbankan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan para anggota dan keluarganya, serta berkontribusi secara positif kepada masyarakat luas. Organisasi ini bersifat mandiri dan tidak berafiliasi dengan kepentingan politik praktis apa pun.

Pada fungsi yang lebih luas, organisasi ini menjadi wadah untuk menjalin silaturahmi yang erat, memperkuat persatuan dan kesatuan di internal dunia perbankan, serta secara aktif mengelola berbagai kegiatan yang sejalan dengan visi dan misi organisasi untuk memberdayakan masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di pusat kota Manado itu akhirnya menjadi lebih dari sekadar sebuah pertemuan rutin belaka. Acara tersebut berhasil menjadi sarana efektif untuk memperkuat sinergi dan membangun jembatan antara sektor keuangan yang kuat dengan sektor kerajinan yang penuh dengan kreativitas.

“Kami percaya, dengan kebersamaan dan kolaborasi seperti ini, karya lokal Sulut akan semakin dikenal, diapresiasi, dan diminati oleh masyarakat luas,” jelas Anik mewakili optimisme seluruh pihak yang terlibat.

Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi baru yang berkelanjutan, dimana kekuatan finansial dari sektor perbankan dapat mendorong pertumbuhan usaha mikro kecil yang kreatif, sehingga pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara secara keseluruhan. (**)