Manajemen KM. Barcelona Realisasikan Komitmen Moral ke Korban Kebakaran



Manado  AktualNusantara- Manajemen KM. Barcelona Group menunjukkan komitmen moral dan tanggung jawab sosialnya dengan merealisasikan pemberian santunan kepada para korban kebakaran KM. Barcelona. Realisasi komitmen ini dilakukan pada Kamis, (20/8) di Marina Hotel, Kompleks Pelabuhan Manado.

Penyerahan santunan secara simbolis diberikan kepada keluarga dari lima korban meninggal dunia dalam insiden tersebut. Tindakan nyata perusahaan ini merupakan bentuk kepedulian dan ikut merasakan beban yang ditanggung oleh keluarga yang ditinggalkan.

Perwakilan perusahaan, Alvaro Walewangko, secara langsung menyerahkan bantuan dengan nilai sepuluh juta rupiah untuk setiap satu korban jiwa. Hingga saat pengucapannya, proses penyerahan telah menjangkau empat dari lima keluarga yang berhak.

“Mudah-mudahan hari ini sudah terealisasi semuanya,” ujar Walewangko menegaskan komitmen perusahaan untuk menyelesaikan kewajiban moralnya secara tuntas dan tepat waktu. Pernyataan ini mengindikasikan keseriusan pihak manajemen untuk tidak menunda-nuda pemenuhan janjinya.

Lebih dari sekadar bantuan materi, Walewangko juga menyampaikan pesan empati yang mendalam dari seluruh jajaran perusahaan. “Kami turut menyampaikan dukacita yang mendalam untuk seluruh keluarga korban meninggal dunia,” ungkapnya, menyentuh aspek emosional dan rasa kemanusiaan.

Ia berharap bahwa santunan yang diberikan dapat memberikan sedikit keringanan dan dukungan konkret bagi keluarga yang sedang berduka. Langkah ini dipandang sebagai upaya untuk meringankan beban di tengah musibah yang menimpa.

Tanggung jawab yang ditunjukkan oleh PT. Surya Pasifik Indonesia (SPI) sebagai operator kapal mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Dr. C. Lalompoh, salah satu tokoh masyarakat Talaud, secara khusus menyampaikan penghargaannya atas kebijakan perusahaan tersebut.

Lalompoh menilai langkah cepat dan proaktif manajemen ini sebagai contoh baik bagaimana sebuah perusahaan harus bertanggung jawab. Apresiasi dari figur masyarakat ini memperkuat bahwa tindakan perusahaan tidak hanya tepat secara moral tetapi juga diakui secara sosial. (**)