Hendra Massie: Kepala Sekolah yang Cetak Emas Dunia dari SMAN 9 Manado



Sulut, AktualNusantara- Prestasi Heaven Kawet, atlet karate remaja asal Sulawesi Utara (Sulut) yang meraih emas di Kejuaraan Dunia Karate-Do Gojukai ke-8 di Chiba, Jepang, bukan sekadar kemenangan individu. Di balik torehan sejarah itu, ada peran strategis Hendra Massie, Kepala SMAN 9 Manado klub Gojukai Sulut, yang membangun fondasi teknik Heaven sejak dini .

Sebagai pendidik dan pelatih, Massie telah mengukir rekam jejak gemilang. Sebelum memimpin SMAN 9 Manado, ia sukses mengantar atlet seperti Dino Tutu dan Joan Mawikere meraih medali di Belgia (2019) serta melatih tim muaythai Sulut yang menyumbang 4 medali di PON Papua 2021 . Pengalamannya sebagai wasit karate berlisensi WKF dan pelatih kepala cabor muaythai menjadi modal berharga dalam menyusun program latihan intensif bagi atlet seperti Heaven .

Pola sinergi "sekolah-klub-keluarga" yang diusung Massie terbukti efektif. Saat membimbing Heaven, ia tak hanya fokus pada teknik karate, tetapi juga memastikan keseimbangan akademik. Di SMAN 9 Manado, siswa atlet mendapat perlakuan khusus: jadwal latihan terstruktur, dukungan fasilitas dari KONI Sulut, dan motivasi langsung dari pemprov melalui Gubernur Yulius Selvanus SE. dan Dr.Victor Mailangkay .

Kepemimpinan Massie di SMAN 9 Manado dimulai pada Juni 2024. Meski berlatar belakang sarjana olahraga, ia ditunjuk langsung oleh mantan Gubernur Sulut sebagai Plt. Kepala Sekolah. Visinya jelas: "Mempertahankan prestasi yang ada dan lebih ditingkatkan lagi" – baik di bidang akademik, olahraga, maupun seni .

Di bawah kendalinya, SMAN 9 Manado menjadi "gudang atlet berprestasi". Tahun 2024 saja, sekolah ini menyumbang dua medali di O2SN nasional: emas (Syfa Josephus) perunggu (Noel Londah),dan Romario Setiamu,juara tiga open pelajar di Swiss.untuk cabang karate – comeback setelah 3 tahun gagal . Prestasi ini sekaligus membuktikan konsistensi sekolah sebagai pencetak juara tingkat dunia, seperti yang pernah diraih di Belgia dan Swiss .

Dukungan sistemik menjadi kunci. Massie diharapkan bersinergi dengan pemerintah daerah, KONI Sulut, dan orang tua atlet. Karena tanpa fasilitas dari KONI, latihan tak bisa totalitas,"tegasnya, Untuk keluarga seperti orang tua Heaven yang tinggal di desa terpencil (Sinisir, Modoinding), Massie menjalin komunikasi intensif agar dukungan moral tetap mengalir .

Prestasi Heaven di Jepang– mengalahkan karateka Namibia, Afrika Selatan, Chili, dan Brasil – adalah bukti nyata model pembinaan Massie. Teknik seperti kizami-zuki (serangan jarak pendek) dan gyaku-zuki (pukulan balik) yang ia ajarkan, menjadi senjata pamungkas di final . Kemenangan ini turut mengantarkan Indonesia sebagai runner-up dunia dengan 25 emas .

Massie berkomitmen memperluas jejaring pembinaan. "Kami akan terus melakukan terobosan sambil mempertahankan prestasi," ujarnya. Ia juga berencana menggandeng lebih banyak sekolah di Sulut untuk mereplikasi model "sekolah-klub" ini, agar talenta daerah tak lagi terpendam .

Dari Sulut Untuk Dunia: Heaven Kawet dan Hendra Massie membuktikan bahwa kolaborasi antara sekolah visioner, pelatih kompeten, dan dukungan pemerintah mampu mengubah atlet daerah menjadi jawara global. (**)