Minim Peserta tapi Penuh Makna, DPD PJS Sulut Tetap Produktif Hasilkan Keputusan Strategis



Manado, AktualNusantara- Meski dihadiri hanya 6 orang anggota, rapat rutin Dewan Pimpinan Daerah Pro Jurnalismedia Siber (DPD PJS) Sulawesi Utara pada Kamis (24/7/2025) berjalan lancar dan menghasilkan sejumlah keputusan krusial. Bertempat di Sekretariat DPD Jalan TNI, Tikala, rapat yang dimulai pukul 18.00 WITA ini mengulas dinamika organisasi serta implementasi hasil Musyawarah Nasional (Munas) II di Palu .

Ketua DPD PJS Sulut, Butje Lengkong, membuka rapat dengan mengapresiasi kehadiran anggota meski dalam jumlah terbatas. "Kami memaklumi minimnya partisipasi karena padatnya agenda kerja rekan-rekan. Namun, komitmen pada jadwal rapat tetap tak bisa diabaikan," ujarnya, menegaskan bahwa kedisiplinan berorganisasi adalah pondasi mencapai tujuan bersama .

Sekretaris DPD Steven Pandeirot memaparkan hasil Munas Palu II, termasuk terpilihnya kembali Mahmud Marhaba sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PJS. Ia menekankan pentingnya konsolidasi internal untuk menyelaraskan kebijakan nasional dengan program daerah. "Kepatuhan berorganisasi bukan sekadar formalitas, melainkan investasi pengembangan diri dan jejaran profesi," tandas Steven seraya mengingatkan manfaat jangka panjang loyalitas pada organisasi .

Wakil Sekretaris Yusuf Hontong menambahkan dimensi praktis dari komitmen berorganisasi: "Dengan tekun berorganisasi, kita membuka peluang membangun portofolio, mengasah kepemimpinan, dan memperluas relasi yang berdampak pada kemajuan karir." Pernyataan ini selaras dengan maraknya lowongan jurnalis yang mensyaratkan pengalaman organisasi dan kompetensi multidisiplin .

Rapat menghasilkan lima keputusan strategis:
1. Penyesuaian struktur kepengurusan DPD sesuai mandat Munas II.
2. Pengangkatan Trivena sebagai Pelaksana Harian Bendahara.
3. Penunjukan Johni Sela sebagai Wakil Bendahara.
4. Kontinuitas iuran duka dan sakit.
5. Aktifasi kembali iuran bulanan mulai Agustus 2025 .

Butje Lengkong menutup rapat dengan menegaskan bahwa kedisiplinan dan kepatuhan adalah katalisator kemajuan kolektif. "Dengan berorganisasi secara tertib, kita tak hanya mewujudkan program inovatif, tetapi juga membangun pengalaman yang menunjang karir," paparnya. Pesan ini diperkuat studi yang menunjukkan bahwa komitmen afektif (didasari rasa bangga) dan normatif (kewajiban moral) menjadi penggerak utama loyalitas anggota .

Rapat yang ditutup dengan doa oleh Yusuf Hontong ini meninggalkan pesan jelas: minimnya kehadiran bukan penghalang produktivitas, selama inti komitmen terjaga. Dalam dunia jurnalistik yang dinamis, PJS Sulut membuktikan bahwa organisasi adalah laboratorium tempat wartawan mengasah kompetensi, memperkuat integritas, dan menyiapkan diri menghadapi tantangan industri media .(**)