Bakamla Siagakan Dua Kapal Evakuasi Korban Kebakaran KM Barcelona
Manado, AktualNusantara – Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia mengerahkan dua kapal khusus untuk mendukung operasi evakuasi korban kebakaran KM Barcelona V di perairan Talise, Likupang, Minahasa Utara. Kapal KN Gajah Laut-404 dan HSC 32-03 disiagakan untuk melakukan respons cepat tanggap darurat guna menyelamatkan ratusan penumpang yang terperangkap di kapal yang dilalap api sejak Minggu (20/7) .
Kapal yang berlayar dari Pelabuhan Melonguane, Kepulauan Talaud, menuju Manado itu dilaporkan mengalami kebakaran hebat di bagian buritan sekitar pukul 14.00 WITA. Saat kejadian, KM Barcelona sempat berlindung di Pelabuhan Lirung akibat cuaca buruk sebelum melanjutkan perjalanan pada dini hari. Api tiba-tiba berkobar saat kapal memasuki perairan Pulau Talise, memicu kepanikan massal di antara penumpang .
Unsur-unsur Bakamla Zona Tengah yang dipimpin Laksma Bakamla Teguh Prasetya segera bergerak dari Pangkalan Serei Likupang Barat. Mereka berkoordinasi erat dengan tim gabungan Basarnas, Satpolairud, PSDKP Bitung, TNI, Polri, dan nelayan setempat dalam operasi penyelamatan yang kompleks. Para korban yang berhasil dievakuasi segera dinaikkan ke kapal Bakamla dan perahu nelayan untuk dibawa ke darat .
"Tim Bakamla RI akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keselamatan seluruh korban dan mendukung penuh proses evakuasi hingga tuntas," tegas Teguh Prasetya dalam keterangan resminya. Ia juga menyampaikan duka mendalam atas korban jiwa dalam musibah ini sambil menegaskan kesiapan personelnya untuk penanganan darurat laut .
Data terbaru dari Basarnas Sulut mengungkapkan jumlah korban mencapai 571 orang – lebih dari dua kali lipat data manifes kapal yang hanya mencantumkan 280 penumpang. "Banyak penumpang menggunakan tiket alas, tidur di pinggir jalan kapal dengan kasur," kesaksian, salah satu penumpang yang selamat. Hingga Senin (21/7), lima korban dinyatakan meninggal (tiga teridentifikasi), puluhan luka-luka dirujuk ke RSUD Walanda Maramis dan RSUP Prof. Kandou Malalayang, sementara sebagian lainnya dirawat di Puskesmas Mubune .
Ketua DPD Barisan Rakyat Indonesia, Boy Barahama, memberikan apresiasi tinggi kepada Kepala Zona Bakamla Tengah yang diwakili Kolonel Bakamla Wentje F. Komaling. "Negara tidak tinggal diam, termasuk Bakamla yang hadir dan mengambil bagian bersama instansi terkait untuk menyelamatkan penumpang," ujarnya. Sikap responsif ini mencerminkan komitmen institusi penjaga laut Nusantara itu dalam melindungi nyawa warga di wilayah perairan Indonesia .
Berdasarkan estimasi Basarnas, proses evakuasi dan pencarian korban diperkirakan memakan waktu hingga tiga hari ke depan. Personel gabungan masih terus menyisir lokasi kejadian untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal. "Fokus kami adalah menyelamatkan seluruh penumpang," tegas Prasetya sembari memimpin pengawasan operasi dari lapangan .
Dengan moto "Kami Penjaga Samudera Nusantara", Bakamla kembali membuktikan peran krusialnya dalam penanganan krisis maritim. Keberadaan dua kapal patroli andalannya di garis depan evakuasi menjadi bukti nyata komitmen keamanan laut yang tidak hanya berfokus pada penegakan kedaulatan, tetapi juga keselamatan jiwa manusia di perairan Indonesia .(**)


Komentar via Facebook