Tragedi KM Barcelona, PJR Sulut Kerahkan Pengawalan Medis Darurat



Manado, AktualNusantara – Ditlantas Polda Sulawesi Utara (Sulut) segera mengerahkan kekuatan Patroli Jalan Raya (PJR) guna mendukung proses evakuasi korban musibah kebakaran hebat yang melanda Kapal Motor (KM) Barcelona V A. Musibah yang terjadi pada Minggu, 20 Juli 2025, itu mendorong respons cepat aparat untuk memastikan keselamatan penumpang.

Menyikapi kondisi darurat tersebut, Direktorat Lalu Lintas Polda Sulut memobilisasi personel dan kendaraan patroli secara khusus. Siaga pengawalan difokuskan di sekitar kawasan Pelabuhan Manado, titik utama kedatangan korban yang dievakuasi dari kapal bermasalah.

Sebanyak tiga unit mobil patroli dan satu unit sepeda motor PJR disiagakan penuh. Personel yang bertugas mendapat instruksi khusus untuk memberikan prioritas pada pengawalan kendaraan yang membawa korban, terutama yang kondisi kesehatannya kritis dan memerlukan penanganan medis segera.

Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan, Kabid Humas Polda Sulut, menegaskan bahwa kesiapan PJR Ditlantas ini bertujuan tunggal: memperlancar proses evakuasi hingga ke rumah sakit. "Mobil Patwal Ditlantas disiagakan khusus untuk membantu pengawalan korban yang membutuhkan penanganan medis serius, sehingga bisa tiba di rumah sakit dengan cepat dan selamat," jelas Alamsyah dengan nada prihatin.

Bantuan pengawalan darurat ini dinilai krusial mengingat situasi chaos pasca musibah dan tingginya risiko di perjalanan menuju fasilitas kesehatan. Setiap detik sangat berharga untuk menyelamatkan nyawa korban yang mengalami luka-luka berat akibat kebakaran.

Musibah nahas yang menimpa KM Barcelona V A telah memakan korban jiwa yang tidak sedikit. Laporan sementara mengindikasikan ratusan penumpang menjadi korban dalam insiden tersebut. Lebih menyedihkan lagi, tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat kebakaran hebat di atas kapal.

Upaya evakuasi gabungan masih terus dilakukan secara intensif oleh berbagai instansi terkait. Kehadiran dan peran aktif PJR Ditlantas Polda Sulut diharapkan menjadi pendukung vital yang mempercepat penanganan korban, mencegah bertambahnya jumlah korban jiwa.

Polda Sulut melalui Ditlantasnya memastikan kesiagaan penuh personelnya selama proses evakuasi dan pengawalan medis berlangsung. Koordinasi dengan rumah sakit rujukan dan instansi penanggulangan bencana lainnya juga terus dijalin untuk memastikan seluruh korban mendapatkan pertolongan optimal.(**)