FMPS Sulut Resmi Berkarya: Jurnalis Warga Berkomitmen Jaga Netralitas dan Dukung Pembangunan Daerah



Manado, AktualNusantara – Sejarah baru terukir bagi dunia jurnalisme warga di Sulawesi Utara. Forum Media Pewarta Sulawesi Utara (FMPS Sulut) secara resmi dikukuhkan dalam sebuah acara khidmat yang digelar di Jalan 17 Agustus, Manado, Jumat (19/7/2025) siang. Pengukuhan ini menandai langkah formal peran strategis para jurnalis warga dalam mendorong kemajuan dan kemakmuran bumi Nyiur Melambai.

Prosesi bersejarah diawali dengan doa pembuka yang dipimpin oleh Firda Bahmid, mengiringi harapan besar akan kontribusi positif organisasi bagi masyarakat Sulawesi Utara. Suasana khidmat menyelimuti seluruh rangkaian acara yang berlangsung lancar.

Yuni Koagow bertindak selaku pemandu acara, memandu seluruh rangkaian pengukuhan dengan penuh khidmat. Kehadiran berbagai unsur masyarakat dan insan media menegaskan pentingnya momen formalisasi wadah pers baru ini.

Dalam sambutan penuh semangat, Ketua FMPS Sulut, David Rumangkang, menyampaikan kebanggaan sekaligus rasa tanggung jawab yang besar menyambut pengukuhan organisasi. David menegaskan bahwa perjalanan menuju pembentukan FMPS Sulut bukanlah proses instan. "Pembentukan FMPS telah berproses selama tiga tahun penuh dengan perjuangan. Keberhasilan pengukuhan hari ini adalah bukti nyata kesetiaan dan komitmen anggota terhadap perjuangan membangun Sulut yang lebih baik," tegasnya di hadapan para anggota.

Lebih lanjut, David memaparkan misi utama organisasinya. FMPS Sulut, kata dia, bertekad menjadi mitra dalam mengawal program-program strategis Pemerintah Daerah Sulawesi Utara. "Kami akan berperan sebagai mitra kritis sekaligus menjadi corong informasi yang efektif bagi pemerintah dalam mempublikasikan berbagai kebijakan penting, termasuk promosi destinasi pariwisata unggulan Sulut," jelas David. Komitmen ini disebutkannya selaras dengan upaya serius Pemprov Sulut dalam menggenjot sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi.

Fokus khusus juga diletakkan pada isu pemberantasan korupsi. Ketua FMPS Sulut secara tegas menyatakan dukungan penuh organisasinya terhadap program anti-korupsi yang digulirkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. "Kami siap mendukung langkah-langkah tegas pemerintah dalam memerangi korupsi," imbuh David, menegaskan peran media dalam pengawasan.

Di tengah semangat mendukung pemerintah, David dengan tegas menekankan prinsip fundamental yang tak boleh dikompromikan: independensi. "FMPS Sulut harus tetap menjadi penjaga demokrasi yang aktif, tanpa kehilangan netralitas dan objektivitas dalam setiap pemberitaan," ujarnya. Prinsip independensi ini diharapkan dapat menempatkan organisasi sebagai mitra yang seimbang, mampu menyuarakan aspirasi masyarakat secara jernih dan bertanggung jawab.

Acara pengukuhan ini juga menjadi momentum refleksi tentang peran vital media warga di tengah gempuran era digital. David menambahkan komitmen organisasi dalam menghadapi tantangan informasi. "Kami akan menjadi garda terdepan dalam menyajikan informasi yang akurat, verifikasi, dan konstruktif. Ini adalah bentuk perlawanan kami terhadap konten viral yang tidak bertanggung jawab dan menyesatkan," tegasnya, menegaskan peran aktif melawan misinformasi.

Dukungan terhadap kehadiran FMPS Sulut juga datang dari Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen- Republik Indonesia (LPK-RI) Sulut, Stevanus Sumampouw. Melalui perwakilannya, Ketua Kota Manado Maykel Pusung, Stevanus menyampaikan amanat penting. Ia berharap para jurnalis FMPS Sulut kelak dapat bekerja dengan baik dan menjaga marwah pers yang profesional. "Dengan begitu, masyarakat Sulut dapat mengetahui secara persis hak-hak mereka, khususnya yang berkaitan dengan program pemerintah, agar terlaksana dengan baik," pesan Maykel mewakili LPK-RI Sulut.

Kehadiran pemerhati media, Arthur Malonda, turut memperkaya acara. Arthur menyampaikan pesan konstruktif kepada pengurus dan anggota FMPS Sulut yang baru dikukuhkan. Ia menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme dalam menjalankan fungsi pengawalan terhadap pemerintahan. "Profesionalisme adalah kunci kredibilitas," ujar Arthur.

Visi besar FMPS Sulut telah dicanangkan: mewujudkan forum ini sebagai wadah pers yang independen, berintegritas tinggi, profesional, dan memainkan peran strategis dalam pembangunan daerah. Hal ini akan diwujudkan melalui penyampaian informasi yang akurat, mendidik, dan berimbang kepada masyarakat Sulawesi Utara.

Untuk mencapai visi tersebut, misi konkret telah dirumuskan. FMPS Sulut berkomitmen menguatkan kolaborasi antar pewarta dan media lintas platform di Sulut guna membangun sinergi informasi yang sehat dan konstruktif. Menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dan kebebasan pers, dengan tetap mengedepankan kepentingan publik serta stabilitas sosial, menjadi landasan etika yang tak tergoyahkan.

Organisasi ini juga akan mendorong partisipasi aktif insan media dalam mendukung transparansi, akuntabilitas, dan seluruh proses pembangunan daerah. Peningkatan kapasitas anggota melalui pelatihan jurnalistik, literasi digital, dan pengembangan konten kreatif yang relevan menjadi prioritas untuk menjawab tantangan zaman.

Sebagai mitra strategis, FMPS Sulut siap bekerja sama dengan pemerintah, lembaga swasta, dan masyarakat dalam penyebaran informasi yang bertanggung jawab. Di sisi lain, organisasi juga bertekad melindungi hak-hak pewarta dan menjembatani advokasi dalam kasus-kasus yang menyangkut kebebasan berekspresi di wilayah Sulawesi Utara.

Pengukuhan FMPS Sulut di Jalan 17 Agustus, Manado, ini bukan sekadar seremoni. Ia adalah deklarasi komitmen kolektif insan media warga Sulut untuk bekerja dengan baik, jujur, independen, dan profesional. Dengan semangat kebersamaan dan integritas, FMPS Sulut siap berkontribusi nyata mengawal pembangunan dan menyuarakan harapan masyarakat Sulawesi Utara ke depan.(**)