Manado Diimbau Revitalisasi Siskamling Hadapi Tarkam dan Curanmor



Manado, AktualNusantara – Meningkatnya kasus tarik-menarik senjata tajam (tarkam) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di sejumlah kelurahan Kota Manado memicu seruan mendesak bagi pemerintah setempat. Ridwan Pakaya, pemerhati masyarakat terkemuka, secara khusus meminta Walikota Manado dan Kapolresta Manado untuk mengambil langkah tegas dan konkret menanggapi degradasi keamanan lingkungan ini.

Pakaya menilai situasi keamanan di tingkat akar rumput semakin memprihatinkan. Ia menyoroti peran ketua lingkungan dalam mengantisipasi dan menangani potensi konflik maupun tindak kriminalitas seperti curanmor yang marak terjadi. "Sikap ketua lingkungan saat ini cenderung reaktif, bukan proaktif. Padahal, merekalah ujung tombak pencegahan di lapangan," ujar Pakaya dalam keterangan persnya.

Solusi utama yang digaungkan Pakaya adalah revitalisasi sistem keamanan lingkungan (siskamling). Ia menegaskan bahwa struktur siskamling yang selama ini terbengkalai dan tidak berfungsi optimal harus segera diaktifkan kembali. "Siskamling bukan sekadar jargon. Ia adalah tulang punggung keamanan warga. Tanpa operasionalnya yang rutin dan serius, ruang bagi pelaku kejahatan semakin lebar," tegasnya.

Lebih dari sekadar mengaktifkan ronda, Pakaya menekankan perlunya sinergi kuat dan berkelanjutan antara tiga pilar utama: Pemerintah Kota (Pemkot) Manado melalui Walikota, jajaran kepolisian di bawah komando Kapolresta Manado yang baru, dan para pemuka agama setempat. Kolaborasi tritunggal ini dianggap krusial untuk membangun strategi keamanan yang komprehensif dan diterima masyarakat.

"Sinergitas Pemkot, Kapolresta, dan tokoh agama mutlak diperlukan. Pemkot menyediakan dukungan kebijakan dan sarana, Polri melakukan penegakan hukum dan pembinaan teknis, sementara pemuka agama menggerakkan partisipasi warga dan menanamkan nilai-nilai perdamaian di akar rumput," papar Pakaya menjelaskan model kolaborasi yang diinginkannya.

Tujuannya jelas: mencegah terulangnya konflik berdarah yang baru-baru ini terjadi di beberapa titik Manado. Pakaya meyakini bahwa pendekatan keamanan yang hanya mengandalkan tindakan represif polisi tanpa melibatkan pencegahan berbasis masyarakat dan kepemimpinan lokal akan sia-sia. "Kita butuh pendekatan holistik, bukan sekadar pemadam kebakaran saat konflik sudah memanas," imbuhnya.

Seruan Pakaya ini disambut sebagai pengingat keras bagi otoritas. Masyarakat menunggu langkah nyata Walikota Manado dan Kapolresta Manado yang baru dalam merespons tuntutan ini. Harapannya, kebijakan dan operasional keamanan yang lebih terintegrasi dan melibatkan warga segera diwujudkan, mengembalikan rasa aman yang mulai luntur di lingkungan permukiman.

Revitalisasi siskamling yang dipadukan dengan sinergi kuat antar-pemangku kepentingan diharapkan Pakaya bukan hanya mampu menekan angka tarkam dan curanmor, tetapi juga menjadi pondasi kokoh bagi terciptanya ketertiban sosial dan pencegahan konflik horisontal berdarah di masa depan, menjaga Manado sebagai kota yang aman dan nyaman bagi seluruh warganya.(**)