Kompol Dambe Pimpin Pengamanan Lalin Minsel di Puncak Syukur
Minahasa Selatan, AktualNusantara – Di tengah gelombang kendaraan menuju perayaan pengucapan syukur Minahasa Selatan, Kompol Bartholomeus Dambe tampil sebagai ujung tombak pengamanan lalu lintas Polda Sulut. Selaku Kasat SIM Ditlantas, ia memastikan arus perjalanan tetap lancar meski volume kendaraan meningkat signifikan pada Minggu (13/07/25).
Dari jam 12.00 WITA, Dambe memantau langsung situasi di Simpang Tiga Jembatan Minsel – titik strategis yang menjadi barometer kepadatan. "Kondusif dan terkendali," tegasnya sambil mengawasi pergerakan kendaraan dari arah Manado menuju Amurang. Kehadirannya di lapangan mencerminkan keseriusan penanganan arus mudik budaya ini.
Di bawah komandonya, personel gabungan Polres Minsel dan Polda Sulut disiagakan di semua simpang rawan. "Kami turunkan kekuatan maksimal, termasuk patroli dinamis dan pos pengamatan bergerak," papar Dambe tentang strategi antisipasi kemacetan. Langkah ini terbukti efektif menjaga mobilitas meski kepadatan mencapai puncak.
Kewaspadaan Dambe tidak hanya pada arus kendaraan. Ia menginstruksikan personel untuk sekaligus memantau potensi gangguan keamanan. "Pengamanan lalin dan publik adalah dua sisi yang tak terpisahkan," ujarnya, menegaskan pendekatan holistik dalam operasi ini.
Saat ditanya kunci keberhasilan, Dambe menyebut sinergi tim dan kedisiplinan pengendara. "Masyarakat patuh aturan menjadi faktor penentu," ungkapnya sembari menyoroti pentingnya kesabaran kolektif di tengah tingginya volume arus.
Imbauannya kepada warga pun terukur: "Patuhi rambu, hindari manuver mendadak, dan utamakan keselamatan." Pesan ini terus disosialisasikan melalui tim lapangan dan media online untuk menjangkau lebih banyak pemudik.
Ketika ditantang jam puncak, kepemimpinan Dambe diuji. Ia memilih turun langsung memantau titik-titik kritis sambil mengkoordinasikan respon cepat tim. "Prinsip kami: deteksi dini, intervensi cepat," jelasnya tentang mekanisme penyelesaian titik rawan.
Operasi ini menjadi bukti kinerja aparat di bawah komando Dambe. Tak sekadar mengurai kemacetan, tapi menciptakan ekosistem perjalanan aman yang mendukung kelancaran tradisi budaya. "Keberhasilan hari ini adalah cermin kolaborasi masyarakat dan kepolisian," pungkasnya.(**)


Komentar via Facebook