Gubernur Yulius: Pengucapan Syukur Harus Jadi Karakter Hidup, Bukan Sekadar Acara Tahunan



Sulut, AktualNusantara - Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, menegaskan bahwa Pengucapan Syukur jauh melampaui sekadar tradisi tahunan belaka. Dalam perayaan yang digelar masyarakat Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) hari Minggu ini, Gubernur menyampaikan bahwa momen ini adalah kesempatan sakral untuk berhenti sejenak, menundukkan hati, dan merenungi berlimpahnya berkat Tuhan yang telah lebih dulu menyertai kehidupan.

Di tengah suasana hangat dan sukacita iman yang menyelimuti perayaan, Gubernur Yulius mengajak seluruh lapisan masyarakat Minsel untuk mengangkat esensi Pengucapan Syukur. Ia mendorong agar momentum ini tidak terjebak pada rutinitas seremonial, melainkan dihayati sebagai pengakuan tulus dan mendalam atas kasih karunia Tuhan yang tak pernah henti mengalir.

"Di hari yang penuh berkat ini, saya mengajak kita semua memanjatkan syukur kepada Tuhan yang memperkenankan kita menikmati kasih dan pemeliharaan-Nya," seru Gubernur dengan penuh keyakinan. Pesan intinya tegas: "Syukur itu seharusnya menjadi karakter hidup, bukan sekadar acara tahunan."

Lebih lanjut, Gubernur Yulius mengingatkan jemaat bahwa bentuk berkat Tuhan tidak semata-mata diukur dari kemakmuran materi. Ia menyoroti bahwa berkat seringkali hadir dalam wujud yang lebih sederhana namun tak ternilai harganya, seperti kesehatan tubuh yang prima, keutuhan persatuan, ketenangan jiwa, serta lingkungan hidup yang aman dan damai.

Oleh karena itu, Gubernur menekankan bahwa Pengucapan Syukur harus dimanfaatkan sebagai waktu yang tepat untuk introspeksi diri, pertobatan, dan perenungan spiritual yang mendalam. Momentum ini, kata dia, juga merupakan panggilan untuk mengaktualisasikan rasa syukur tersebut dalam kehidupan nyata, yaitu dengan menjadi saluran berkat bagi sesama manusia.

"Kiranya rasa syukur ini senantiasa hidup dan bekerja dalam hati," harap Gubernur yang dikenal dengan kepemimpinan sejuk namun tegas. Ia menambahkan, syukur yang sejati haruslah "mewujud dalam tindakan nyata: berbagi, peduli, dan menjadi saluran berbahagia bagi sesama ciptaan Tuhan."

Dalam pesan moralnya yang menyentuh, Gubernur Yulius juga menyampaikan ajakan kuat kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga ketertiban dan keamanan, baik selama perayaan Pengucapan Syukur maupun dalam keseharian hidup bermasyarakat. Nilai-nilai luhur persaudaraan, sikap toleransi, dan kerukunan hidup ditegaskannya sebagai pondasi utama.

"Kita semua punya tanggung jawab moral untuk menjaga keamanan dan ketertiban," imbau Gubernur, mengingatkan semangat kekeluargaan khas Sulut. "Baku-baku bae, baku sayang. Mari kita ciptakan suasana yang kondusif dan damai," ujarnya, menyerukan persatuan.

Gubernur tidak lupa memberikan peringatan khusus terkait maraknya penyalahgunaan media sosial. Ia menyoroti bahaya platform digital yang kerap menjadi pemicu konflik akibat penyebaran berita bohong (hoaks) dan ujaran kebencian yang merusak persatuan.

"Jadilah warga digital yang bijak. Jangan percaya hoaks. Jangan biarkan perbedaan pandangan memecah kita," tegas Yulius Selvanus. Ia kembali menguatkan pesan persaudaraan dengan kalimat khas, "Torang samua basudara."

Sebagai penguatan rohani dan landasan pengharapan, Gubernur mengutip ayat Alkitab dari Mazmur 33:9-12. Ayat tersebut menyatakan kedaulatan dan rencana kekal Tuhan, "Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada… Rencana TUHAN tetap selama-lamanya. Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah TUHAN."

Bagi Gubernur, ayat ini merupakan pengingat yang kuat. Ia meyakini bahwa suatu bangsa yang hidup dalam rasa takut akan Tuhan dan menjalankan nilai-nilai kejujuran, kasih, serta kerja keras, akan senantiasa menerima berkat dan pemeliharaan-Nya.

Mengakhiri sambutannya yang penuh makna, Gubernur Yulius Selvanus menyampaikan ucapan selamat secara pribadi dan resmi mewakili seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, termasuk Wakil Gubernur Dr. J. Victor Mailangkay, SH, MH, kepada seluruh masyarakat Minahasa Selatan yang merayakan.

"Dalam semangat kasih, persaudaraan, dan syukur yang mendalam... Kiranya perayaan Pengucapan Syukur ini menjadi momentum untuk memuliakan Tuhan, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan kepedulian dan harapan baru bagi kita semua," pungkas Gubernur. Ia menyerukan aksi nyata, "Mari kita wujudkan rasa syukur ini dalam hidup yang rukun, aman, dan saling membangun—karena 'Torang Samua Basudara'." Ucapan "Tuhan memberkati Minsel! Selamat bersyukur, baku-baku bae, baku-baku sayang" menutup pesannya yang membumi dan penuh pengharapan.(**)