Bajaj Bangkit Kembali: Maxride Manado Tembus 1000 Unit, Warga Antusias!
Manado, AktualNusantara - Wajah transportasi Manado mendapat warna baru dengan kehadiran resmi Mitra Driver Bajaj Maxride. Layanan angkutan umum berbasis online ini secara resmi memulai operasionalnya, menghadirkan nuansa retro sekaligus solusi mobilitas bagi warga Kota Manado. Kehadiran bajaj yang khas ini langsung menarik perhatian dan memicu nostalgia.
Bajaj Maxride berkantor pusat dan showroom di Jalan Samratulangi No. 474, Karombasan, Manado. Dari lokasi strategis inilah, perusahaan mengelola dan merekrut mitra driver untuk menggerakkan armada bajajnya. Target jangka panjang ambisius: menghadirkan hingga 1000 unit bajaj untuk melayani kebutuhan transportasi warga Manado.
Meskipun animo calon pengemudi sangat tinggi, terlihat dari banyaknya pendaftar yang antusias, realitas operasional saat ini masih dalam tahap awal. Saat ini, jumlah bajaj Maxride yang sudah aktif beroperasi di jalanan Manado baru sekitar puluhan unit, belum mencapai 50 unit. Ini menunjukkan masih ada celah besar antara minat dan unit yang tersedia.
Bagi warga Manado yang ingin bergabung menjadi mitra driver Bajaj Maxride, persyaratannya relatif sederhana namun jelas: memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat Izin Mengemudi (SIM) C, identitas diri, serta biaya sewa (rental). Calon mitra juga wajib memiliki nomor seluler atau WhatsApp aktif untuk koordinasi operasional.
Model bisnis Maxride menawarkan fleksibilitas. Selain beroperasi sebagai angkutan online harian, bajaj-bajaj ini juga bisa disewa langsung oleh pengguna untuk keperluan pribadi. Mitra driver menyetujui penyewaan unit bajaj mereka hingga selama 7 hari penuh, memberikan opsi transportasi yang unik untuk eksplorasi wilayah Manado.
Respons masyarakat Manado terhadap kembalinya bajaj sangat positif. Banyak warga menyambut baik kehadirannya, bukan hanya sebagai moda transportasi baru, tetapi juga karena unsur nostalgia. Keberadaan bajaj di jalanan Manado selama beberapa tahun terakhir sudah jarang ditemui, membuat kehadiran Maxride terasa seperti "pulangnya" si kendaraan beroda tiga yang ikonik.
Fenomena menghilangnya bajaj ini bukan hanya terjadi di Manado. Warga menyadari bahwa di beberapa kota besar lain seperti Makassar, Medan, dan Yogyakarta, bajaj juga sudah semakin sulit ditemui, tergantikan oleh moda transportasi lain. Kehadiran Maxride di Manado justru menjadi pengecualian yang menyegarkan.
Dengan target 1000 unit, antusiasme calon driver, dan sambutan hangat warga, kehadiran Bajaj Maxride menandai babak baru transportasi urban Manado. Tantangan selanjutnya adalah percepatan penambahan unit operasional untuk memenuhi tingginya minat masyarakat sekaligus membuktikan bahwa bajaj masih memiliki tempat di hati dan jalanan kota di era modern ini.(**)


Komentar via Facebook