Kapolresta Irham Halid Tegaskan Perang Terbuka Melawan Korupsi di Manado



Manado, AktualNusantara– Kapolresta Manado, Kombes Pol Irham Halid, menyatakan perang terbuka terhadap praktik korupsi di seluruh wilayah hukum Polresta Manado. Dalam pernyataan tegasnya hari ini, Sabtu (5/7/2025), Halid menegaskan bahwa pemberantasan korupsi merupakan prioritas utama dan tidak ada ruang sedikit pun bagi para pelaku di lingkungan Polresta maupun masyarakat yang dilayaninya.

"Korupsi adalah musuh bersama yang menggerogoti sendi-sendi keadilan, kesejahteraan, dan kepercayaan publik. Polresta Manado mengambil sikap tegas: toleransi nol terhadap segala bentuk korupsi, baik yang melibatkan personel kami maupun oknum di luar institusi yang berusaha menyuap atau mempermainkan hukum," tegas Kapolresta Irham Halid di ruang kerjanya.

Komitmen ini, menurut Halid, diterjemahkan ke dalam langkah-langkah operasional konkret. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Manado diperintahkan untuk mengoptimalkan penyelidikan dan penyidikan setiap laporan maupun temuan indikasi korupsi. "Kami akan mengerahkan semua sumber daya, termasuk memanfaatkan teknologi digital untuk pelacakan transaksi mencurigakan dan kerja sama intensif dengan BPK, Inspektorat, serta KPK," jelasnya. Operasi khusus seperti Opsiba Tipiter (Operasi Sikat Bintang Tindak Pidana Korupsi dan Tipiter lainnya) akan diintensifkan.

Kapolresta Halid juga secara khusus menyasar potensi korupsi di tingkat layanan dasar masyarakat. "Kami perketat pengawasan pada proses-proses yang rentan penyimpangan, seperti penerbitan SIM, STNK, proses tilang, pelayanan surat keterangan, hingga pengadaan barang dan jasa di lingkungan Polresta. Setiap pungutan liar atau permintaan 'uang pelicin' adalah tindak pidana yang akan kami tindak tegas," imbuhnya dengan nada keras.

Masyarakat Manado pun diajak berperan aktif sebagai mitra strategis. Halid membuka saluran pengaduan yang lebih luas dan menjamin kerahasiaan serta perlindungan bagi pelapor. "Masyarakat adalah mata dan telinga kami. Laporkan setiap indikasi korupsi yang Anda temui, baik yang melibatkan anggota Polri maupun oknum sipil. Kami akan menindaklanjuti setiap laporan dengan serius dan profesional," ajaknya melalui konferensi pers singkat.

Respons awal dari tokoh masyarakat dan pengamat hukum di Manado terhadap pernyataan Kapolresta ini cukup positif. "Pernyataan tegas Kapolresta Halid sangat kami dukung. Ini momentum penting untuk membersihkan Manado dari praktik korupsi, terutama di level pelayanan yang langsung berdampak pada rakyat kecil. Komitmen ini harus dibuktikan dengan tindakan nyata dan berkelanjutan," komentar Matius Ratulangi, perwakilan Organisasi pers

Secara internal, Kapolresta Halid juga menginstruksikan pembinaan karakter dan integritas yang lebih ketat bagi seluruh jajarannya. "Setiap personel Polresta Manado harus menjadi garda terdepan pemberantasan korupsi, bukan bagian dari masalah. Pelanggaran kode etik terkait gratifikasi atau penyalahgunaan wewenang akan berhadapan dengan sanksi berat, mulai dari sanksi disiplin hingga proses pidana," tegasnya.

Dengan langkah-langkah tegas dan komprehensif ini, Kapolresta Kombes Pol Irham Halid berambisi menjadikan Polresta Manado sebagai contoh lembaga yang bersih dan bebas korupsi. "Target kami jelas: menciptakan lingkungan hukum di Manado yang lebih transparan, akuntabel, dan benar-benar melayani kepentingan masyarakat. Perang melawan korupsi ini bukan retorika, tapi aksi nyata yang akan kami buktikan," pungkasnya, menutup pernyataan yang menjadi headline di Manado hari ini.(**)