Pasien Anak Diduga Tidak Mendapat Pelayanan Memadai di RS Ratatotok, Keluarga Kecewa



Mitra, AktualNusantara - Seorang pasien anak dengan kondisi demam tinggi mencapai 39°C dilaporkan tidak mendapatkan pelayanan medis yang memadai di RS Ratatotok buyat Kejadian ini menuai keluhan serius dari pihak keluarga yang merasa tidak ditanggapi secara cepat dan humanis oleh tenaga medis yang bertugas saat itu.

Menurut keterangan orang tua pasien, mereka telah menunggu lama sejak pagi hari, namun tidak juga mendapat penanganan medis. Ketika mencoba menyampaikan kondisi kritis anak mereka, keluarga justru merasa mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari dokter Sang dokter disebut-sebut menunjukkan sikap emosi dan kurang profesional.

Orang tua pasien mengungkapkan bahwa niat mereka hanya ingin meminta penanganan segera karena anak tampak semakin lemah dan demam tidak kunjung turun. Namun, respons dari tenaga medis justru dinilai mengecewakan dan membuat suasana semakin tegang, bukan memberikan ketenangan.

Keluarga mengaku sangat kecewa atas insiden tersebut, terlebih karena mereka berharap mendapatkan pelayanan cepat dan ramah dari fasilitas kesehatan. Kejadian itu bahkan meninggalkan trauma tersendiri karena mereka merasa tidak dihargai dalam kondisi darurat seperti itu.

Menanggapi kejadian ini,Direktur RSUD Ratatotok lewat Humasnya, menjelaskan melalui sambungan telepon bahwa pihak rumah sakit sebenarnya telah mendapat instruksi dari pimpinan untuk segera menjemput dan menangani pasien anak tersebut dengan dokter spesialis. Namun, saat pihak rumah sakit mencoba menghubungi keluarga untuk penjemputan, ternyata keluarga sudah dalam perjalanan menuju rumah sakit lain.

Hesty juga menambahkan bahwa pihak rumah sakit kini tengah menindaklanjuti laporan terkait dugaan sikap tidak profesional dari tenaga medis yang bersangkutan. “Terkait kejadian dan oknum yang dimaksud dalam video tersebut, sementara kami proses lebih lanjut,” ujarnya.

Pihak RS Ratatotok buyat menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan berkomitmen untuk memperbaiki sistem pelayanan, terutama dalam penanganan kasus gawat darurat pada anak-anak. Hesty menegaskan bahwa pelayanan yang cepat dan humanis merupakan prioritas utama rumah sakit ke depannya.

Keluarga pasien berharap kejadian serupa tidak terulang dan meminta agar seluruh tenaga medis dapat mengedepankan empati serta komunikasi yang baik kepada pasien dan keluarga, khususnya dalam situasi kritis yang melibatkan anak-anak.