Langowan Resmi Jadi Daerah Otonomi Baru (DOB) pada 2025, Gubernur Sulut: "Perjuangan Panjang Telah Berbuah"



Sulut, AktualNusantara - Kabar gembira akhirnya menyapa masyarakat Langowan. Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling, mengumumkan secara resmi bahwa Langowan akan ditetapkan sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB) pada tahun 2025.

Pengumuman ini disampaikan Gubernur Yulius saat meresmikan Pastori Gereja GMIM Eben Haezar Panasen di Kecamatan Kakas, Minggu (27/4/2025).

Dalam sambutannya, Gubernur Yulius menegaskan bahwa proses pemekaran Langowan sebagai DOB telah memasuki tahap finalisasi administratif di pemerintah pusat.

"Puji Tuhan, Langowan akan segera ditetapkan sebagai Daerah Otonomi Baru tahun ini. Ini semua berkat kerja sama kita semua, doa, dan usaha yang terus-menerus," ujarnya di hadapan masyarakat yang hadir.

Ia menekankan bahwa penetapan DOB bukan sekadar janji politik, melainkan komitmen nyata untuk memacu kemandirian wilayah.

"Dengan status DOB, Langowan akan memiliki kewenangan mengelola sumber daya secara mandiri, mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan kualitas pendidikan, dan memperkuat pelayanan publik," tegas Gubernur Yulius.

Aspirasi pemekaran Langowan sebagai DOB telah digaungkan puluhan tahun oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, pemuka agama, dan para pemimpin daerah.

Perjuangan ini dinilai sebagai upaya untuk mendekatkan pemerintahan dengan masyarakat serta mengoptimalkan potensi lokal yang selama ini terhambat oleh keterbatasan wewenang.

"Kami bersyukur perjuangan sejak era para pendahulu akhirnya terjawab. Ini momentum bagi Langowan untuk membangun identitas dan kesejahteraan secara lebih merdeka," ungkap salah satu tokoh masyarakat yang hadir dalam acara tersebut.

Status DOB diharapkan membawa angin segar bagi pembangunan Langowan. Wilayah ini dikenal memiliki kekayaan alam dan potensi pertanian yang besar, tetapi belum tergarap maksimal akibat struktur pemerintahan yang sentralistik.

Dengan otonomi, Langowan dapat merancang program prioritas sesuai kebutuhan lokal, seperti pengembangan infrastruktur jalan, peningkatan akses kesehatan, dan penguatan sektor pendidikan vokasi berbasis potensi daerah.

Gubernur Yulius juga memastikan bahwa pemerintah provinsi akan mendukung penuh proses transisi pemekaran, termasuk penyiapan sumber daya manusia dan tata kelola keuangan daerah.

"Kami akan bekerja keras memastikan Langowan siap menjadi daerah yang mandiri, maju, dan sejahtera," tambahnya.

Masyarakat Langowan pun menyambut kabar ini dengan suka cita. Rencana penetapan DOB dianggap sebagai jawaban atas harapan generasi akan pemerataan pembangunan dan keadilan sosial.

Kini, semua pihak menantikan realisasi konkret tahapan administratif hingga pengesahan definitif oleh pemerintah pusat.(**)