LPK Rajawali Buana Nusantara Gelar Pelatihan Operator Excavator, Dukung Peningkatan SDM di Kota Manado
Manado, AktualNusantara — Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Rajawali Buana Nusantara menggelar pelatihan operator alat berat Excavator yang dilaksanakan di Kantor Dinas Ketenagakerjaan Kota Manado, Selasa (15/4/2025).

Kegiatan ini merupakan upaya untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja lokal, khususnya di bidang alat berat.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Manado, Paul A. Sualang, SH, mewakili Wali Kota Manado, Andrey Angouw.

Dalam seremoni pembukaan, Kadisnaker menyerahkan seragam kepada dua peserta secara simbolis, yang kemudian diikuti oleh seluruh peserta lainnya mengenakan pakaian seragam tersebut..
Dalam sambutannya, Paul Sualang menyampaikan apresiasi dan harapan besar kepada para peserta.
Ia menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai bekal untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.
“Kalau banyak yang tidak bekerja, Kamtibmas juga bisa terganggu. Karena itu, ikuti pelatihan ini dengan baik. Jaga kesehatan, dan usahakan semua lulus serta mendapatkan sertifikat. Saya berharap bulan depan atau dua bulan ke depan, semua peserta sudah bisa mendapatkan pekerjaan,” tegasnya.


Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta dari berbagai daerah di sekitar Kota Manado, Sulawesi Utara, dan sepenuhnya dibiayai oleh pemerintah.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Direktur Utama LPK Rajawali Buana Nusantara, Steven Pance Pioh, SH, bersama para staf, serta sejumlah pejabat dari Dinas Ketenagakerjaan.
Mengawali pelatihan, Wulandari Sarlan, S.Psi, C.PS, dari Bidang K3 LPK Rajawali Buana Nusantara, menekankan pentingnya aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Ia menjelaskan bahwa kecelakaan kerja tak hanya disebabkan oleh faktor alam atau alat, tetapi juga oleh kelalaian manusia (human error).
Sesi pengenalan alat berat dipandu langsung oleh Raditia Saelan, Kepala Trainer bersertifikasi BNSP, yang memaparkan materi secara detail dan teknis.
Sementara itu, Direktur Utama LPK Rajawali Buana Nusantara, Steven P. Pioh, SH, dalam arahannya menegaskan bahwa aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama.

“Meskipun kita sudah ahli, kelalaian dan kelengahan bisa saja terjadi. Karena itu, penting menjaga keselamatan diri sendiri, unit, dan orang lain,” ujarnya.
Kepala Bidang Pelatihan, Rinto Tancaro, SE, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan menciptakan tenaga kerja yang terampil, kompeten, serta memiliki etos kerja tinggi.

“Kita diapit oleh dua daerah yang sangat membutuhkan operator alat berat dalam jumlah besar, yaitu IWIP dan IMIP—dua perusahaan tambang besar yang terus berkembang,” ungkapnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Kabid Penempatan Tenaga Kerja Calvarineke Wantania, Fungsional Instruktur Rona Rumate, Marolop Simamora, serta Pelaksana Pingkan Polii.
Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal yang strategis dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal, serta membuka peluang kerja yang lebih luas di sektor industri alat berat dan pertambangan.


Komentar via Facebook