Gubernur Sulut Sidak Malam Hari ke Museum Manado, Instruksikan Perbaikan Segera.



Sulut, AktualNusantara - Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus, melakukan inspeksi mendadak (sidak) malam hari di Museum Negeri Provinsi Sulut yang berlokasi di Jalan W.R. Supratman, Kota Manado, Sabtu (29/3/2025) sekitar pukul 22.00 WITA.

Kunjungan tanpa pemberitahuan ini dilakukan tanpa dikawal aparat kepolisian, sebagai upaya mengevaluasi kondisi langsung fasilitas dan koleksi bersejarah di museum tersebut.

Dalam sidak tersebut, Gubernur menelusuri seluruh area museum dari lantai 1 hingga 3. Ia memeriksa beragam koleksi, mulai dari replika kebudayaan dan transportasi kuno, waruga (kubur batu), bangkai ikan Coelacanth (spesies purba yang tertangkap nelayan Malalayang tahun 2007), hingga fosil gading dan geraham gajah purba stegodon dari Sangihe.

Tak ketinggalan, Gubernur juga mengamati benda-benda bersejarah seperti meja kerja pahlawan nasional Maria Walanda Maramis, mesin jahit tangan, set kursi peninggalan Nani Wartabone dari Gorontalo, serta mimbar dan Alkitab kuno yang digunakan para penginjil di Sulut.

Yulius menegaskan pentingnya perawatan maksimal untuk museum tersebut. “Namanya museum ya tua, tapi perlu juga dirawat dengan baik, tidak bisa dibiarkan,” ujarnya. Ia meminta bagian yang rusak segera diperbaiki. “Besok pagi harus segera dikerjakan dan ditata dengan baik,” tegasnya.

Kunjungan ini sekaligus menindaklanjuti aspirasi Deputi Kementerian Pariwisata yang menyoroti potensi museum sebagai daya tarik wisatawan asing. Menurut Gubernur, banyak turis mancanegara yang ingin mempelajari sejarah Sulut melalui museum.

“Turis-turis saat mendarat ingin selalu ke museum. Tadi saya juga ketemu dengan Deputi Kemenpar, dia memberi pesan agar museum ini tetap dijaga,” jelas Yulius.

Museum Negeri Sulut menyimpan kekayaan warisan budaya dan sejarah provinsi tersebut, termasuk peninggalan prasejarah hingga era pergerakan nasional.

Dengan perbaikan infrastruktur dan penataan koleksi, diharapkan museum ini tidak hanya menjadi pusat edukasi tetapi juga destinasi unggulan pariwisata Sulut.

Pemerintah provinsi berkomitmen mengalokasikan dana dan sumber daya untuk merevitalisasi museum, menjadikannya lebih modern tanpa menghilangkan nilai historis.

Langkah ini sejalan dengan visi meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus melestarikan identitas budaya daerah.(JS)