Seminar Penguatan Rohani di STT Filadelfia Langowan: Pesan Mendalam dari Ev. Dr. Perdie M. Yoseph, MA



Langowan, AktualNusantara – Sebuah seminar rohani yang penuh makna digelar di Sekolah Tinggi Teologi (STT) Filadelfia Langowan, Selasa (25/3/2025).

Acara ini tidak hanya menjadi ajang penguatan iman bagi mahasiswa STT Filadelfia Langowan, tetapi juga dihadiri oleh sebagian siswa Sekolah Alkitab Langowan yang turut diundang.

Seminar ini dihadiri oleh para dosen, hamba Tuhan, serta undangan lainnya.

Ev. Dr. Perdie M. Yoseph, MA hadir bersama tim dari Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, dan Jakarta.

Kedatangannya disambut dengan penuh sukacita oleh civitas akademika STT Filadelfia Langowan.

Dalam sambutan pembuka, Ketua STT Filadelfia Langowan, Pdt. Dr. Tat Surentu, M.Div, menceritakan perjalanan panjang berdirinya STT hingga menjadi kampus yang ada saat ini.

Ia menegaskan bahwa perjuangan membangun STT bukanlah hal yang mudah, tetapi semuanya berjalan sesuai aturan yang berlaku di Indonesia.

"Kami di asrama minimal ada 40 orang. Tapi saya percaya, kalau Tuhan yang menyuruh, pasti Tuhan juga yang bertanggung jawab," ungkapnya.

Pdt. Dr. Tat Surentu juga membagikan pengalaman pribadinya tentang ketergantungan penuh kepada Tuhan. Ia pernah mengalami masa sulit, kehabisan makanan dan uang, tetapi tetap beriman bahwa Tuhan tidak akan mempermalukannya.

“Kalau sudah diserahkan kepada Tuhan, tidak usah diingat-ingat lagi. Berdoa dulu, baru buka amplop,” tambahnya, mengajarkan pentingnya mengandalkan Tuhan dalam segala situasi.

Ev. Dr. Perdie M. Yoseph dalam sesinya menekankan pentingnya kerendahan hati dalam pelayanan.

“Kalau jadi hamba Tuhan, jadilah hamba Tuhan yang rendah hati. Jangan merasa lebih penting dari orang lain,” pesannya.

Ia juga mengajak para mahasiswa untuk tidak hanya memahami Alkitab secara teori, tetapi menjadikannya sebagai gaya hidup.

"Kita bisa menjadi apa saja, tetapi yang lebih menggembirakan adalah menjadi hamba-Nya," ujarnya.

Dalam kesaksiannya, Dr. Perdie menceritakan bagaimana Tuhan menegurnya agar tidak hanya melihat berkat, tetapi juga menerima dan menikmatinya dengan hati yang benar.

Ia menyinggung bahwa terkadang aturan gereja bisa menjadi tantangan, tetapi ketaatan kepada Tuhan harus tetap menjadi prioritas, seperti yang dialami Abraham ketika dipanggil Tuhan meninggalkan kampung halamannya.

“Mujizat terjadi ketika kita keluar melayani, baik di panti asuhan, panti jompo, dan tempat lainnya. Yang namanya melayani, pasti ada harga yang harus dibayar,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa keputusan dalam pelayanan harus selalu diawali dengan doa, serta pentingnya menjaga penampilan sebagai hamba Tuhan agar tidak mengalihkan perhatian jemaat dari firman Tuhan.

"Orang sukses harus melewati proses," katanya mengingatkan.

Cara penyampaiannya yang menarik kadang disambut dengan tawa dari para peserta, menciptakan suasana seminar yang hangat dan penuh keakraban.

Sebagai bentuk kepedulian, Dr. Perdie juga memberikan sumbangan berupa sembako dan keperluan kampus bagi STT Filadelfia Langowan.

Sebelum acara berakhir, Pdt. Dr. Tat Surentu menyampaikan apresiasinya atas pelayanan yang telah diberikan oleh Dr. Perdie dan tim.

"Terima kasih atas pelayanan di tempat ini. Kami sangat diberkati. Di kampus ini, kami juga menekankan disiplin. Saya sayang mereka semua, saya ingin mereka berhasil, tetapi saya juga ingin mereka disiplin," ungkapnya.

Setelah seminar ini, rombongan Ev. Dr. Perdie M. Yoseph melanjutkan pelayanan ke Gereja Gerakan Pentakosta di Desa Karondoran Langowan untuk melayani dalam ibadah Komando Pasukan Kristus Misi Indonesia (Kopasus).

Seminar ini menjadi momentum berharga bagi mahasiswa dan peserta lainnya untuk semakin menguatkan iman dan panggilan mereka dalam pelayanan Tuhan.