Tonaas Wangko dan Projamin Sulut Satu Komando Wujudkan “Paesaan Ne Tu’a Tu’a Minaesa” untuk Perdamaian



Sulut AktualNusantara- Figur masyarakat yang dihormati,Tonaas Wangko Ishak Tambani, kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga perdamaian dan keutuhan masyarakat Sulawesi Utara. Seruannya yang berjudul "Jaga Daerah Kita, Jangan Mudah Terprovokasi!" telah menyebar luas dan mendapatkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk dari organisasi pemuda dan profesi.

Dukungan kuat datang dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Projamin Sulut yang dipimpin oleh Stedi Stenly Dirk. Secara tegas, Projamin Sulut menyatakan kesiapannya untuk berada dalam satu komando dengan Tonaas Wangko Ishak Tambani dalam wadah gabungan ormas/LSM “Paesaan Ne Tu’a Tu’a Minaesa”.

Melalui sebuah pernyataan yang dikutip dari media sosial,Ketua DPW Projamin Sulut, Stedi Stenly Dirk, menegaskan soliditas barisan mereka. “PROJAMIN Satu Komando Tegak Lurus dalam Gabungan Ormas/Lsm ‘PAESAAN NE TU’A TU’A MINAESA’ dgn TONAAS WANGKO ISHAK TAMBANI..!!” tulisnya. Pernyataan ini memperlihatkan bentuk kolaborasi yang sinergis antara kepemimpinan adat dan organisasi kemasyarakatan.

Kolaborasi ini dibangun dengan semangat“I Yayat U Santi” yang berarti ‘perdamaian yang abadi’. Seruan ini sejalan dengan pesan inti Tonaas Tambani yang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadi pelopor ketenangan dan keamanan di lingkungannya masing-masing, serta bersikap kritis dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang memecah belah.

Sebagai seorang Tonaas Wangko atau tetua adat yang bijaksana,kedudukan Izhak Tambani memberikan bobot spiritual dan moral yang tinggi bagi gerakan ini. Nasihatnya dalam struktur sosial budaya Minahasa dianggap sebagai petuah yang bersumber dari kearifan leluhur, sehingga memiliki daya seru dan legitimasi yang kuat bagi masyarakat.

Sementara itu,Projamin Sulut yang mengusung semangat, memandang kolaborasi ini sebagai kekuatan untuk semakin diperhitungkan. “ Paesaan ne tu'a" minaesa semakin di segani di tanah malesung..” tulis Stedi Dirk, menegaskan bahwa kepemimpinan yang bersatu akan membawa wibawa dan kehormatan.

Gerakan bersama ini diharapkan dapat mentransformasi semangat“Sulut Cinta Damai” dari sekadar wacana menjadi aksi nyata yang massif di tengah masyarakat. Dengan menggabungkan kearifan lokal dari pemimpin adat dan energi serta jaringan dari organisasi seperti Projamin, upaya menciptakan keamanan berbasis komunitas diharapkan dapat lebih terstruktur.

Pada akhirnya,sinergi antara Tonaas Wangko Ishak Tambani dan DPW Projamin Sulut pimpinan Stedi Stenly Dirk ini menjadi simbol persatuan yang konkret. Mereka bersama-sama ingin memastikan warisan luhur toleransi dan penghargaan atas perbedaan di Tanah Minahasa tetap terjaga, sehingga bumi Nyiur Melambai tetap tentram dan harmonis untuk generasi mendatang.(**)